Dadahup (Senin, 10 Agustus 2026) — Upacara bendera mingguan di SMKN 1 Dadahup berlangsung penuh hikmat. Namun, ada pesan mendalam yang membedakan pelaksanaan upacara kali ini. Bertindak sebagai pembina upacara, Siska Oretaka Tarasendo, S.Pd., memberikan amanat tegas mengenai pentingnya keseriusan dan pemaknaan dalam setiap tugas yang diemban oleh para petugas upacara.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara menegaskan bahwa tugas sebagai petugas upacara bendera bukanlah sekadar rutinitas formalitas yang digugurkan setiap Senin pagi. Ada nilai, penghormatan, dan makna perjuangan yang harus diresapi oleh setiap siswa yang berdiri di lapangan.
"Pelaksanaan upacara bendera bukan hanya sekadar dilaksanakan untuk memenuhi jadwal. Ada makna mendalam yang harus kita resapi bersama, terutama oleh para petugas. Ketika mengibarkan Sang Saka Merah Putih, ada rasa hormat kepada para pahlawan dan kedisiplinan yang sedang kita latih," ujar Pembina Upacara di hadapan ratusan siswa dan dewan guru SMKN 1 Dadahup.
Beliau juga menyoroti pentingnya persiapan matang dan latihan yang konsisten sebelum hari pelaksanaan. Menurutnya, kerapian, kekompakan, dan ketepatan gerakan para petugas hanya bisa dicapai melalui kedisiplinan saat berlatih. Latihan bukan hanya untuk menghafal alur, melainkan untuk meminimalkan potensi kesalahan saat pelaksanaan berlangsung.
"Kesalahan sekecil apa pun dalam upacara dapat memengaruhi kekhidmatan seluruh peserta. Oleh karena itu, pentingnya latihan dilakukan secara sungguh-sungguh agar kesalahan tidak terjadi pada saat hari H," tambahnya.
Amanat tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh warga SMKN 1 Dadahup, khususnya para siswa, untuk terus meningkatkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan, baik dalam tugas upacara maupun dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.